Kamis, 05 Januari 2017

Terombang-ambing

(Manusia dan Kegelisahan)


Rasa gelisah pasti pernah muncul dalam benak setiap manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gelisah adalah rasa tenteram, rasa selalu khawatir (tentang suasana hati). Setiap orang yang sedang gelisah pasti selalu merasa khawatir, panik, banyak pikiran dan tidak tenang dalam menjalani apapun yang ia lakukan. Kegelisahan seseorang dapat kita lihat dari gerak-geriknya atau tingkah lakunya dalam situasi tertentu.
Hal inilah yang dialami oleh Belang, pemuda berumur 20 tahun. Sampai saat ini ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Belang hidup dan dibesarkan oleh neneknya. Suatu ketika Belang terbangun oleh suara video sang nenek yang sedang senam di depan rumahnya. Sang nenek yang terus memarahi Belang karena ia tak kunjung mendapat pekerjaan semakin membuat hatinya gelisah.
Setiap hari yang Belang lakukan adalah luntang-lantung di jalan. Meminjam uang kepada temannya untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu ketika saat bertemu dengan seorang wanita cantik , Belang tiba-tiba berkhayal dan ia malah disangka seorang jambret. Belang dikejar habis-habisan oleh warga yang mendengar teriakan wanita tersebut dan untungnya ia bisa menyelamatkan diri.
Begitulah kehidupan yang Belang alami saat ini. Ketidakpastian yang ia jalani karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Beban moral yang mau tidak mau harus ia tanggung. Dari kisah Belang kita dapat belajar bahwa  hidup ini sangat keras dan penuh dengan rintangan. Namun, jika kita ikhlas menjalaninya dengan usaha keras serta pantang menyerah kita pasti bisa keluar menjadi pemenang. Tidak bersungut-sungut, tidak banyak mengeluh, berpikir positif, tetap melakukan kebaikan dan yang terutama adalah selalu meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Dialah yang menentukan segalanya.

Kegelisahan tidak bisa kita hindari. Tapi respon kita dalam menyikapi kegelisahan tersebut itulah yang paling menentukan. Apakah kita mau bangkit dari segala keterpurukan dan mengalahkan rasa gelisah itu ? Atau kita hanya membiarkan rasa gelisah itu yang terus mengendalikan hidup kita?  

Referensi Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=6_RLINBPlCY
Gambar diunduh dari : http://gbigemagolgota.blogspot.co.id/2013/07/tidak-terombang-ambing-1.html

HIKMAH DIBALIK LUKA

(Manusia dan Penderitaan)



            Selama kita hidup selama itulah kita harus siap dibentuk dan siap untuk diproses. Akan selalu ada batu kerikil yang menanti di depan kita. Dan semuanya pasti bisa terlewati dengan baik jika kita juga mau menghadapi dan menyikapinya dengan baik dan benar. Serta tak lupa dan yang paling utama adalah melibatkan Tuhan dalam setiap permasalahan atau penderitaan yang sedang kita hadapi.
            Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penderitaan adalah keadaan yang menyedihkan yang harus ditanggung. Penderitaan tidak hanya berbicara tentang masalah fisik (jasmani) saja atau apa yang hanya terlihat oleh mata. Lebih dari itu penderitaan bisa juga berbicara tentang masalah batin (rohani) kita.
            Dalam film Kekerasan dalam Pacaran diceritakan bahwa ada seorang perempuan bernama Melati yang mempunyai pacar yang bernama Jaka. Awalnya Melati sangat senang karena ia bisa memiliki pacar. Ia berharap pacarnya dapat memberikan perhatian yang mungkin jarang ia dapatkan di dalam keluarganya. Sangat disayangkan ekspektasi tidak selalu sejalan dengan realitanya. Kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Ia bahkan seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari Jaka. Baik dari segi jasmani maupun rohani.
            Kemauan Jaka yang terkadang tidak bisa dipenuhi oleh Melati membuat Melati sering sekali mendapat pukulan, caci maki, dan hal-hal lain yang seharusnya tidak pantas dilakukan oleh seorang pria kepada wanita. Apalagi pria itu tidak lain adalah kekasihnya sendiri.
            Berkali-kali Jaka melakukan kekerasan dan berkali-kali jugalah Melati memaafkannya. Jaka beralasan bahwa ia seperti itu tidak lain karena didikan orang tuanya, tetapi lama kelamaan Melati tidak tahan lagi. Dengan segala upaya ia berusaha menghubungi temannya yang bernama Bimo dan menceritakan semuanya.
            Akhirnya Melati bisa lepas dari Jaka. Salah satu caranya untuk bisa lepas adalah dengan membangun benteng pertahanan diri dan mulai memikirkan kebaikan dirinya. Ia mulai kembali menghubungi sahabat lamanya, mengajak jalan, dan menginap bersama. Dengan begitu Melati tidak merasa kesepian lagi. Hal seperti inilah yang sudah lama tidak dirasakannya. Ya, semenjak dua tahun terakhir. Semenjak ia bersama Jaka.
            Melalui kisah ini kita bisa melihat bahwa terkadang penderitaan mengajarkan kita banyak hal. Melalui penderitaan kita bisa terus belajar untuk menjadi individu yang terus melakukan perubahan, ke arah yang lebih baik tentunya. Dari kisah Melati kita bisa belajar untuk berani mengatakan tidak pada pasangan jika itu mengarah kepada hal yang negatif. Kemudian, belajar untuk terbuka pada  sahabat atau orang-orang terdekat yang sudah pasti bisa memberikan pengaruh positif dalam hidup. Jika kita bisa menyikapi penderitaan yang sudah ataupun akan kita alami dengan benar, dengan suatu prinsip sudah pasti kita bisa menghadapinya dengan baik. 


Referensi Sumber
Film Mahasiswa Universitas Atmajaya yang berjudul Kekerasan dalam Pacaran
Gambar diunduh dari http://hikmahdibaliksenja.blogspot.co.id/2012/04/untukmu-yang-luka-hatinya.html

Seperti Pelangi Sehabis Hujan


(Manusia dan Harapan)




            Selalu ada harapan dalam hidup manusia. Manusia yang hidup tanpa pengharapan berarti ia sebenarnya mati dalam hidup. Seperti kisah Nayla dalam film Buku Harian Nayla, ia divonis terkena penyakit Ataksia. Penyakit yang mengenai sistem saraf, penyakit yang tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya. 

            Nayla adalah seorang gadis yang ceria, rajin dan  berprestasi. Ia bisa masuk di salah satu SMA unggulan dan aktif dalam berbagai kegiatan. Penyakit yang ia derita membuat setiap anggota tubuhnya perlahan-lahan tidak dapat berfungsi dengan baik. Keseimbangan yang mulai berkurang, kaki yang perlahan-lahan sulit digerakkan, mulut yang mulai susah untuk berbicara begitu juga dengan tangan yang mulai susah untuk menulis. 

            Akan tetapi, keadaan yang ia alami saat ini tidak membuatnya putus asa, tidak membuat ia kehilangan semangat. Ia selalu ceria menjalani kehidupannya. Ia selalu memiliki harapan dalam hidupnya. Ia bersyukur karena Tuhan menempatkannya dalam keluarga yang penuh dengan keceriaan serta sangat mengasihinya.

            Keadaan yang ia alami tidak membuat dia putus harapan untuk tetap melanjutkan pendidikan walaupun pada akhirnya ia harus pindah ke sekolah yang khusus untuk mendidik orang-orang yang juga memiliki kebutuhan khusus sepertinya. Di sekolah tersebut ia juga bisa berprestasi. Ia berhasil memenangkan lomba cipta puisi. Sampai akhirnya ia bisa lulus menempuh pendidikannya di bangku SMA. 

            Kondisinya terus memburuk dan ia mulai putus asa. Ia bertanya-tanya,"Apakah aku bisa menikah?", "Apakah aku bisa merasakan bagaimana menjadi seorang ibu ?" Semua orang yang mendengarkannya mulai menitikkan air mata, tetapi tidak ada yang mustahil. Pada akhirnya Nayla bisa menikah dengan Moses, pria yang sangat ia kasihi dan juga mengasihinya walaupun tepat pada hari pernikahannya jugalah Tuhan memanggilnya. 

            Lewat kisah Nayla kita sama-sama belajar bahwa harapan selalu ada. Harapan ada bagi orang yang dengan penuh iman percaya pada Tuhannya. Harapan juga butuh suatu kepercayaan. Kepercayaan bahwa Tuhan sendiri yang akan memampukan kita untuk melakukan segala sesuatunya sesuai dengan kehendakNya. Harapan juga butuh usaha. Usaha yang dilakukan dengan pantang menyerah. Ada janji Tuhan bagi setiap manusia yang mau terus berharap padaNya. Seperti pelangi sehabis hujan. J

Referensi sumber : 

Film Buku Harian Nayla

Kamis, 20 Oktober 2016

Indahnya Anugerah Sang Pencipta

(Manusia dan Keindahan)



Tari sarimpi berasal dari kata Sarimpi yang berarti kembar. Hal ini dikarenakan dalam gerakan tari dan busana yang dikenakan oleh para penarinya sama. Serimpi biasanya ditarikan oleh empat orang penari putri. Di Yogyakarta terdapat serimpi yang ditarikan oleh lima orang penari yaitu Serimpi Renggowati. Menurut tradisi Surakarta serimpi dibawakan oleh putri keluarga raja.
Tarian ini menggambarkan kesopanan dan kelemah lembutan, yang di tunjukan dari gerakan yang pelan dan lembut oleh para penarinya. Tari Serimpi ini awalnya juga merupakan tarian yang bersifat sakral dan hanya ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Menurut sejarahnya, Tari Serimpi ini sudah ada sejak masa kejayaan kerajaan Mataram pada pemerintahan Sultan Agung. Saat itu tarian ini merupakan salah satu tarian yang sakral, yang hanya dipentaskan di dalam lingkungan Keraton untuk acara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan. Karena sifatnya yang sakral, penari yang di gunakan juga merupakan penari yang sudah terpilih oleh keluarga Kerajaan. Namun setelah Kerajaan Mataram pecah menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan surakarta, tarian ini mulai mengalami perubahan dalam segi gerakan walaupun inti dari tarian ini masih sama.

Disini saya akan mengaitkan dengan tema Manusia dan Keindahan. Tuhan telah meciptakan kaum wanita di muka bumi ini. Wanita yang dianugerahkan kelemahlembutan dan rupanya yang elok. Disini lebih menonjolkan keindahan paada kaum wanita karena pada tari serimpi tergambar keelokan atau keindahan serta kelemahlembutan yang tergambar dari setiap gerakan penari.


Referensi Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=aa4eZPdryHM
http://www.negerikuindonesia.com/2015/06/tari-serimpi-tarian-tradisional-dari.html




















Pengabdian pada Budaya Leluhur

(Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian)

 

Kesenian Reog Ponorogo cabang dari tarian tradisonal yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini yang diperkirakan sudah ada sekitar abad ke-15, tepatnya ketika masa terakhir dari kerajaan Majapahit. Pada awalnya, tarian ini merupakan sindirian atas ketidakmampuan dari Bhre Kertabhumi dalam memimpin Majapahit kala itu. 

Ada lima versi mengenai asal mula kesenian Reog Ponorogo ini. Adapun salah satu cerita yang paling terkenal dari kelima cerita tersebut adalah ketika salah satu abdi yang bernama Ki Ageng Kutu berniat untuk melakukan pemberontakan kepada pimpinan Majapahit yang pada saat itu dijabat oleh Bhre Kertabhumi. 

Properti yang selalu digunakan untuk pertunjukan Reog Ponorogo ini tetap sama dengan awal pertama kesenian ini muncul.yakni penggunaan topeng yang mempunyai kepala seperti harimau atau singa yang diberi nama “Singa Barong”. Bagian atas dari Singa Barong ini terdapat banyak bulu-bulu merak yang bentuknya menyerupai kipas. Singa Barong ini dibuat oleh Ki Ageng Kutu tersebut menggambarkan “raja hutan” atau seorang yang berkuasa. 

Dari sejarah singkat di atas mengenai tari Reog Ponorogo, saya ingin mengaitkannya dengan tema Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian. Kita tahu bahwa tari ini pernah diklaim oleh Malaysia. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budayanya. Mulai dari pakaian, makanan, adat istiadat dan masih banyak lagi. Tetapi sangat disayangkan justru dengan banyaknya budaya yang kita miliki membuat kita terutama generasi muda melupakan budaya bangsa sendiri.

Oleh karena itu, semoga dengan pengetahuan mengenai sejarah singkat tari reog di atas kita semakin bisa ikut andil dalam melestarikan budaya leluhur kita, budaya yang sudah ada pada zaman nenek moyang kita. Karena kitalah harapan bangsa generasi muda yang begitu diharapkan untuk menjaga bangsa ini beserta segala yang dimilikinya termasuk budayanya. 




Cinta Tak Bisa Saling Memiliki



Cinta Tak Bisa Saling Memiliki
(Tema : Manusia dan Cinta Kasih )

Saluang adalah alat musik tiup tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat. Berdasarkan sumber referensi dari film yang diberikan pemain saluang lebih baik berasal dari seorang pendendang karena irama yang dimainkan saat berdendang  akan bisa dikaitkan atau disatukan ketika memainkan saluang. Kalaupun bisa menguasai, tetapi tidak bisa menjadi mahir. Itulah sebabnya mengapa pemain saluang lebih baik yang berasal dari seorang pendendang.

Dari referensi film saluang saya akan mengaitkan dengan tema artikel yaitu manusia dan cinta kasih. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia di muka bumi ini. Selain diberikan akal budi untuk dapat berpikir, manusia juga diberikan hati nurani, perasaan untuk bisa mengasihi dan mencintai orang-orang di sekitarnya dan terutama mencintai sang Penciptanya.

Kita juga mengenal cinta secara vertikal yaitu cinta manusia kepada Tuhan dan secara horisontal yaitu cinta manusia kepada sesamanya. Kembali ke film saluang berdasarkan cerita tersebut ada seorang gadis yang mencintai seorang pemain alat musik saluang, tetapi ibundanya tidak merestuinya hubungannya. Cinta yang dimaksud disini adalah cinta kepada seorang pria yang dicintainya. Karena tidak direstui, kisah cintanya berujung pada cinta yang tak bisa saling memiliki.

Bagaimanapun semuanya sudah diatur dan digariskan dalam kehendak Yang Maha Kuasa. Begitu halnya dengan jodoh dan cinta. Kita hanya bisa merencanakan, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. J

Daftar Pustaka 
http://www.youtube.com/watch?v=t0weIDn_2XQ&feature=youtu.be


















Rabu, 19 Oktober 2016

Air Mata Garut

Air Mata Garut



Duka kembali melanda kota Garut. Banjir bandang yang terjadi pada Selasa, 20 September 2016 menelan banyak korban jiwa. Setidaknya 16 orang ditemukan tewas dan sejumlah orang lainnya hilang. Jumlah korban tersebut masih besar kemungkinannya untuk terus bertambah. Penyebab terjadinya banjir bandang antara lain adalah hujan deras yang menyebabkan air di Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri meluap. Imam Santoso, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan bahwa penyebab terjadinya banjir bandang tersebut bukan merupakan kesalahan struktur, tetapi karena curah hujan tinggi hingga melampaui kapasitas sungai. Selain itu penyebab lainnya adalah dikarenakan adanya alih fungsi lahan untuk tempat wisata. 
                                                                                      
Banjir bandang terlebih dulu melanda Desa Mulya Sari, Kecamatan Bayongbong dan berlanjut ke Kecamatan Tarongong Kidul, Garut Kota hingga Cibatu. Daerah yang paling parah terlanda banjir bandang adalah Desa Haurpanggung, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul dan Kelurahan Sukamentri dan Kelurahan Paminggit Kecamatan Garut Kota.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa total estimasi kerusakan dan kerugian pascabencana banjir bandang Garut pada September lalu mencapai Rp 288 miliar. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat sipil dan dunia usaha pada tahap rehabilitasi rekonstruksi, paling tidak dapat memperingan beban masyarakat Garut pascabencana. 

Bapak Presiden Indonesia, Jokowi bersama dengan Bupati Kab.Garut telah mengunjungi beberapa posko pengungsian korban bencana. Beliau mengatakan bahwa sesuatu yang harus ditegakkan melalui hukum akan dilaksanakan. Pemkab Garut juga secara bertahap sedang memperbaiki fasilitas umum seperti jaringan air. Selain itu, sekolah-sekolah yang rusak juga secara bertahap diperbaiki.

Perlu kita sadari bahwa penyebab banjir bandang di Garut tidak lepas dari perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan alam di sekitarnya. Semoga dengan bencana yang menimpa kota Garut bisa menjadi peringatan bagi kita semua untuk semakin bisa menjaga alam ciptaanNya dengan sebaik-baiknya. 


Daftar Pustaka :

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/09/160921_indonesia_banjir_garut
http://wartakota.tribunnews.com/2016/09/22/inilah-penyebab-utama-banjir-bandang-di-garut
http://nasional.kompas.com/read/2016/10/18/18274031/kerugian.akibat.banjir.bandang.di.garut.diperkirakan.mencapai.rp.288.miliar
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/09/22/11-sekolah-rusak-akibat-banjir-bandang-garut-380545
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2016/09/29/jokowi-kunjungi-korban-banjir-bandang-garut-di-kampung-cimacan-381070