Kamis, 27 April 2017

Yuk Dibaca ! :)

Gerakan Sosial "RUMAH HUJAN" 


Latar Belakang Gerakan
Gerakan tersebut dibuat oleh sekumpulan mahasiswa STIKOM InterStudi Jakarta yang terdiri dari 7 orang mahasiswa yaitu Budimas Setiawan, Rayhan Utomo,  Clara Vemyl, Samsul Bahri, Jodi Prasetyo, Dedi, dan Rudi. Alasan mereka membuat gerakan tersebut adalah mereka ingin melakukan suau kegiatan yang lebih bermanfaat di sela – sela rutinitas kuliah.Sehingga pada tanggal 25 Februari 2017 lahir sebuah gerakan sosial yang bernama “Rumah Hujan”. Kegiatan dilakukan di suatu rumah kontrakan yang beralamat di Jl. Haji Marjuki Ciracas Jakarta Timur. Gerakan ini sangat didukung oleh masyarakat sekitar termasuk Ketua RT setempat sangat mendukung adanya kegiatan tersebut. Gerakan tersebut tidak memerlukan surat izin secara resmi.Biaya yang diperlukan semuanya berasal dari donasi, baik untuk biaya rumah, peralatan seperti cat, pilox, kertas, krayon, dsb.

Bentuk Kegiatan
Rumah hujan adalah ruang alternative untuk belajar, bereksperimen dan berbagi ilmu dengan praktik yang menyenangkan dan bermanfaat lewat lokakarya, pameran dan workshop.
Gerakan sosial ini mengajarkan kepada anak – anak mengenai seni yaitu :

1.      Stensil
adalah teknik seni yang menggunakan cetakan sebagai alat utamanya. Seni stensil termasuk salah satu cabang dari seni rupa. Penggunaan teknik stensil biasa memakai peralatan seperti pola kertas dan cat semprot. Karena prosesnya yang menggunakan pola tetap, gambar stensil sering ditampilkan berulang – ulang, contohnya pada media tembok.

2.      Street Art (Seni Jalanan)
Adalah seni rupa yang dibuat di tempat – tempat publik, biasanya karya seni yang dibuat di luar konteks tempat – tempat sei tradisional. Istilah tersebut mulai tenar pada masa ledakan seni grafiti pada awal 1980an dan kemudian diaplikasikan kepada bentuk – bentuk sejenis. Grafiti tensil, seni poster yang ditempel atau seni stiker, dan instalasi jalanan atau pahatan adalah bentuk umum dari seni jalanan modern. Karya seni grafiti yang dilukis dengan semprotan tradisional sendiri terkadang masuk dalam kategori ini, kecuali grafiti teritorial atau vandalisme murni.

3.      Fotografi
adalah proses proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek          tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Kegiatan dilakukan setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu yaitu pada pukul 15.00 – 18.00.
Jumlah anak – anak yang mengikuti kegiatan tersebut adalah kurang lebih 50 orang dari jenjang SD sampai dengan SMP.
Rumah Hujan juga sudah mengadakan 2x event dan mendatangkan tamu dari Yogyakarta sebagai pengajarnya. Event tersebut merupakan event internal yang pesertanya sendiri adalah anak – anak Rumah Hujan beserta pengajar – pengajarnya.

Perubahan yang Sudah Dilakukan
·         Anak – anak di lingkungan sekitar jadi lebih mengerti dan mengenal seni sejak usia dini.
·         Terlatih untuk membuat suatu hal yang bermanfaat di luar pelajaran yang mereka tempuh di bangku sekolah 

DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Clara Vemyl
Dilengkapi dengan :
Dokumentasi saat melakukan wawancara dengan Kak Clara Vemyl 



DOKUMENTASI KEGIATAN





Tidak ada komentar:

Posting Komentar